Minggu, 26 Desember 2010

Christmas nite with Sarita Claus

mungkin postingan ini mengganjilkan postingan dari ladin dan arman. karena ini postingan yang ketiga. tiga adalah angka ganjil. Seharusnya postingan ini sudah bisa terbit dari kemarin malam, akan tetapi kemarin malam belum ada bahan foto dikarenakan bahan foto-foto tersebut ada di kamera Olympus milik ladin yang menurut arman kamera lawas. *bukan maksud menyinggung. Mengapa arman bisa berpendapat seperti itu? Karena berbagai macam kabel data dan card reader sudah dicoba, sampai "ndodog" kantor AI, hasilnya nihil. Sempat ingin mencoba ke warnet, tiba-tiba turunlah hujan dan membuat kami urung untuk melangkah ke warnet. Alhasil pulang dengan sedikit rasa kecewa. Akupun mengantarkan ladin pulang. Sesampainya di gang kost an ladin, wow jalannya menurun. Aku pun bertanya, "kemana nih din?". "Masi rada jauh mo..", jawab ladin. Ternyata eh ternyata ladin termasuk warga bantaran kali code. hahahaha...

Sebelumnya,

Kami bertiga (momo, arman, ladin) berniat ingin berkunjung ke sekaten di alun-alun utara. Sesampainya di Jalan Mangkubumi, antrian kendaraan begitu panjang membuat malas dan enggan untuk melewatinya. Kami urungkan niat kami untuk melanjutkan perjalanan ke alun-alun utara. Di lampu merah kami mengadakan rapat pleno. Arman menawarkan untuk ke Raminten, ke Galeria atau ke Amplaz. Kebingungan melanda. Arman menawarkan aku dan Ladin untuk suit. Aku di kubu Galeria dan Ladin di kubu Amplaz. satu..dua..tiga.. yak, pemenangnya adalah aku. Kalo menurut aturan kubu yang menang itulah tempat yang dituju, berarti seharusnya ke Galeria. tapi kok aku ngerasa gak ridho ya kalo kesana. Akhirnya tanpa pikir panjang Arman memutuskan untuk ke Amplaz. Yeeaayy!!


Penuh halang rintangan untuk sampai di Amplaz. Aku berpikir kayaknya Arman mengendarai motor makin lama makin yakyakan e?? kasian Ladin yang membonceng deg-deg an. Sesampainya di Amplaz, seperti biasa windows shopping. Ladin pengen tau yang namanya Rotiboy. Terus ke Gramedia, cari buku tetapi gak ada. Ladin baca komik dan Arman mulai kelaparan. Menyelesaikan di Gramedia dan menuju the most his favorite places to eat, Carrefour dengan menu seperti biasa Nasi goreng ayam pedas. Usai makan kami beranjak ke taman depan lobby Amplaz untuk berfoto-foto. Heboh dan nggembel. Merasa cukup, kami masuk kembali ke dalam Amplaz dan windows shopping again. Saat menaiki escalator, berpapasan dengan seseorang yang membuat kami membicarakannya. Selangkah memasuki 21, tiba-tiba Arman memiliki ide keinginan untuk berfoto bersama orang tadi. Tanpa pikir panjang kami bergegas untuk mengejar orang tersebut. Sebenarnya kalo gak bareng mereka aku gak mau dan gak berani untuk melakukan ini. Tapi ya mumpung moment nya pas. Orang tersebut berada di Centro (secara dia ratu Centro), butuh persiapan keberanian sejenak untuk meminta izin berfoto dengannya. deg-deg serr... kuberanikan untuk berbicara dengannya dan ..............


photo by : Mr. Ngiwut

terciptalah foto di atas. nice kan?

what's wrong with a football match this time

Minggu, 26 Desember 2010. kali ini pertandingan final babak pertama AFF diselenggarakan di Malaysia. Pertandingan yang aneh, dimana-mana kalo final ya cuma sekali, lah ini dua kali. Pertandingan berlangsung sangat sengit dan menegangkan. Membuat jantung semua para supporter berdetak tak karuan. Semua orang bersorak dan berdo'a. "INDONESIA..prok..prok..prok..prok..prok..!!".

Perlawanan dari tim Malaysia membuat timnas Indonesia sedikit kualahan dan sangat mengacam. Hal itu terjadi terus-menerus. Banyak sekali kesempatan yang ada hanya terlewatkan begitu saja. Membuat para supporter menjadi hipertensi. Nampaknya rumah sakit besok mengalami pembludakan pasien.

Sempat Gonzales membobol gawang Malaysia, akan tetapi ternyata itu offside. Aku merasa para pemain timnas Indonesia kali ini berbeda. Dimana lari kencang si gesit Okto? Dimana tendangan tajam Gonzales? Dimana kerjasama timnas yang sangat kompak dan seru? Mengapa yang ada malah kesalahan, ketidak tepatan dan kelalaian? Perlu ditumbuhkan mental dimana ini merupakan pertandingan final AFF. Bukan pertandingan penyisihan atau semifinal.
 
Mungkin Malaysia takut akan kekalahan, ada supporternya yang berulang kali mengarahkan sinar laser ke arah pemain timnas Indonesia ditambah ada ledakan-ledakan petasan. Itu supporter yang bawa begituan pasti anak kampung belakang stadion. Penjaga gawang Indonesia, Markus merasa terganggu dan melakukan protes. Pertandingan pun sempat terhenti sejenak. Anehnya, kok bisa sih, benda-benda seperti itu bisa masuk ke dalam stadion. Bagaimana ini para polisi keamanan Malaysia?

Pertandingan berlanjut dan tak lama kemudian para supporter Indonesia di kejutkan dengan harus kebobolan dari Malaysia. Rontok sudah semuanya. Kebanyakan protes kali ya? Jadi kebobolan deh. Setelah kebobolan itu, mengapa berlanjut dengan kebobolan-kebobolan lainnya. Muncul pertanyaan lainnya, apakah Indonesia hanya menang di kandang sendiri? Ini yang aku takutkan, sudah didukung oleh ratusan ribuan jutaan penduduk Indonesia, dan mereka harus menelan kepahitan dan kekecewaan karena timnas Indonesia kalah. (hanya untuk kali ini saja, Amin..)

Di dunia lain, dunia maya maksudnya. Semua sibuk meng-update status dengan topik final AFF. Apalagi di twitter. bener kata arman , situs jejaring sosial yang ini paling enak buat "nyampah". Biasanya timeline penuh dengan tweet dari ichak yang berisikan tentang suju, tetapi kali ini timeline penuh dengan topik pertandingan final AFF babak pertama di Malaysia. Membaca beraneka-ragam status, tweet, dan postingan masyarakat Indonesia membuat tertawa dan menjadi hiburan tersendiri. Ada yang menghujat Malaysia, ada yang  penuh permohonan dan pengharapan, ada yang optimis juga pesimis, ada yang meyakini tanggal 26 Desember merupakan tanggal terkutuk, dan ada juga yang mau bales dendam mengerahkan seluruh pasukan untuk membawa laser ke GBK esok. dan yang lebih lucu lagi tweet jupe dengan username @juliaperez Biarin aja di curang pake laser,Nanty pas tanding di INA. Jupe pake bh doang biar pada buta tuh mata.. hahahaha... (what do you think?)

Jangan bahagia dulu kalian Malaysia. Masih ada pertandingan final AFF babak kedua nanti. Kami Garuda siap akan mencengkram dan membawa piala AFF.